zaQ corner

Posts Tagged ‘IELSP

I definitely proud and excited of being head of this IELSP V Oregon Group (although it’s so exhausting). FYI, IELSP is Intensive English Language Study Program Scholarship which hold by IIEF (we are grantees of it). We got chance to go to United States to study English and Culture through it. We had some trainings, visa interview, and pre departure orientation in Jakarta for three days. Three days mean very important to me because I could know all of my friends intensively. We ate, went, walked, laughed together.

Oregoners

Oregoners

well, They, my IELSP friends, are great,amazing who give a lot of things to me. One by one for three days I tried to recognize their potentials and caracteristics.

I realize it’s hard to manage many people with many different culture and background. But believe me, it’s challenging that make me more interested and excited to serve them. I was entertained when one of them of a medical student said that ideal human body is like my body. Oh no.. many people said that I look so fat now, but he said the other said (hope he didn’t intend to make me happy..he..he..). Sometime I also irritated of them who late in our meeting and agenda. But They are part of our togetherness that must be overed.

But I am person who believe that diversity brings effectiveness and goodness. I hope that our diversity make us more cohesive and brave group. Hope I will get many inspiration from all of you when we are in United States.

Tags:

Saat aku SD, aku hidup dalam lingkungan kampung. Pemikiran-pemikiranku otomatis seperti orang-orang kampung pada umumnya (banyak sisi baik dan buruknya). Kemudian datanglah masanya SMP dan SMA, beda lagi lingkungannya. Kali ini aku hidup dalam lingkungan kota Solo. Paradigmaku terbuka lebih luas dalam memandang kehidupan ini kalo ternyata hidup ini ga sekecil yang kita bayangkan. Naik tingkat lagi aku ke ITB, yang levelnya lebih nasional. Lagi-lagi paradigma telah merubah hidupku. di ITB pandangan dan pemikiran lingkungan disini meng-Indonesia. Tapi aku sering berpikir, “Apakah benar ni aku mikirin Indonesia tetapi paradigmaku masih berpikir ala Indonesia, secara aku hidup 22 tahun di Indonesia”. Munculah cara untuk menemukan jawaban tersebut yaitu “Aku harus ke Luar Negeri”. Lalu, negeri mana yang harus dituju?

Jawaban pertanyaan terakhir itu aku temukan selama setahun terakhir ini. Inspirasi itu datang dari PPSDMS, sebuah lembaga kepemimpinan di Indonesia (yang kemudian dicontek R Mien Uno, TheNextLeaders, dan juga TunasBangsa TVOne). PPSDMS telah mengajak aku berpikir lebih dalam bagaimana memandang berbagai persoalan bangsa ini. Mulai dari pendidikan, sosial, budaya, teknologi, dan yang tak kalah dahsyat politik. Inspirasi kedua datang dari ted.com, sebuah portal yang menyajikan ceramah setiap harinya tentang berbagai persoalan. Karena sering berlangganan ceramah-ceramah tersebut rasanya pengin hadir menyaksikan langsung. Lewat ceramah-ceramah itu pula aku takjub akan pemikiran-pemikiran orang luar (tidak hanya dari Amerika yang hadir di TED). Dengan sedikit analisa, saya menyimpulkan kalo ilmu pengetahuan itu ngumpulnya disana, di Amerika. Untuk itulah aku berkesimpulan Amerika sebagai negara tujuan itu. Lalu, bagaimanakah aku kesana?

Pertanyaan itu juga terjawab sudah. Kesempatan itu datang lewat beasiswa IELSP. Setelah mengikuti berbagai seleksi. Akhirnya dapet juga beasiswa itu. Puji syukur aku haturkan kepada Allah, karena kau aku tidak hanya percaya!! dan terimakasih buat teman-teman yang sudah membantu, Fajrin (editor english ku dan memberi masukan konten) dan Gita (editor english ku). Selain itu teman-teman PPSDMS, yang telah membuka wawasan dan pikiranku, kalian memang calon pemimpin masa depan. HARAPAN ITU MASIH ADA!!

Selanjutnya…menyiapkan agenda apa aja yang harus dilakukan disana. Aku harus dapet semua jawaban atas pertanyaan yang sudah aku buat. Bersiaplah Amerika.