zaQ corner

Posts Tagged ‘idea

Dulu sewaktu mahasiswa, terlintas anggapan bahwa ide dalam sebuah bisnis adalah segala-galanya. Sampai-sampai saya pernah ketakutan kalau ide saya dicuri orang lain. Sehingga urung mengungkapkan ide tersebut ke orang lain yang berakibat ide saya ga pernah dapet feedback. Lagipula ide hanya akan menjadi angan kalo cuma didiemin, ga dieksekusi. Ketangguhan ide kita bakal teruji selama mengeksekusi ide tersebut. Misalnya ditengah jalan produk yang kita kembangkan ada masalah, baik itu keuangan ato operasional, kita bisa menyelesaikan masalah tersebut dengan ide-ide kreatif kita. Jadi kesuksesan sebuah ide tidak datang dari awal itu sendiri, tetapi dari orang-orang yang membangun ide tersebut.

Profesor di bidang entrepreneurship William Bygrave mengamati fenomena bagaimana perusahaan-perusahaan venture capital sukses memilah-milah ide bisnis yang mereka terima. Sang profesor menemukan sebuah fenomena yang sangat menarik. Banyak bisnis sukses dengan ide kelas B daripada kelas A tapi semua bisnis yang sukses mereka danai itu ternyata punya orang-orang kelas A. Makanya tak heran kalo venture capital company berprinsip “danai aja bisnis dengan orang kelas A dengan ide kelas B”. Tak salah kalo pengusaha yang sudah sukses diberbagai bisnis dikejar-kejar sama Bank. 90% Kemungkinan bisnis mereka berhasil. Daripada mendanai orang yang baru terjun bisnis dengan ide besar yang belum tentu berhasil?

Relevansi teori di atas saya uji di lingkungan sekitar saya, terutama sejak saya aktif di dunia entrepreneurship di ITB. Banyak sekali kompetisi tentang ide bisnis dulu diadakan. Komunitas-komunitas yang merangsang ide bisnis baru tumbuh juga digalakkan. Bahkan di ITB, I2B(Inkubator Industri dan Bisnis) sempat menggelontorkan dana besar-besaran bagi siapapun yang punya ide bagus di bidang industri kreatif. Tapi tampaknya belum ada hasil yang signifikan. Banyak lomba ide bisnis belum bisa melahirkan pengusaha yang real, bahkan tak sedikit juara lomba di tingkat nasional ataupun internasional mandeg dengan idenya dan tak dapat menjadikan idenya sebuah bisnis yang menggurita. Dana-dana dari angel investor juga hilang rimbanya (hasil pengamatan dari alumni ITB yang mendapat dana dari alumni ITB juga). Adakah yang salah?

Sekali lagi ide bukanlah segala-galanya. Ujilah ide-ide itu terlebih dahulu, sampaikan ke orang lain. Dengan begitu anda bisa dapet feedback. Dengan feedback ide anda disempurnakan. Uji lagi ke pasar, perbaiki lagi produk yang sudah anda kembangkan dengan keinginan pasar. Cobalah sedikit poles produk anda dengan kekreatifan anda. Proses kecil-kecil seperti inilah yang menentukan kesuksesan bisnis.

(antara pengamat dan praktisi)