zaQ corner

Teori Kesuksesan: 10.000 jam saja

Posted on: February 19, 2009

“10.000 jam saja cukup untuk menjadi master di bidangmu”

Baru saja saya beli buku “OUTLIERS” yang mengulas teori kesuksesan yang ditulis oleh Malcolm Gladwell. Ia melakukan riset bahwa ternyata orang-orang sukses di bidangnya hanya membutuhkan latihan 10ribu jam untuk mencapai kesuksesannya. Ia menceritakan bagaimana Bill Gates, master violin, dan Bill Joy (Pencipta internet) menghabiskan 10rb jam tersebut.

Dalam ceritanya sebenarnya ia tidak hanya cerita 10ribu jam, melainkan juga OPPORTUNITY. Jadi kalo ga ada opportunity tapi kita melakukan 10rb jam itu tampaknya hasilnya ga bakalan seperti Bill Gates atau Bill Joy. Misal anda tukang becak, terus anda melakukan kayuhan 10rb jam. Apakah ini namanya kesempatan? tentu tidak. Lalu kesempatan seperti apa ya ng diceritakan Gladwell? mari kita simak cerita berikut (yang sudah saya paraphrase kan):

Universitas Michigan merupakan salah satu universitas pertama yang memiliki komputer waktu itu. Beruntung Bill Joy menjadi asisten komputer disana. Waktu itu memang belum banyak orang mengenal benda bernama komputer ini. Mangkanya dia dijuluki master oleh teman-temannya ketika itu. Dengan julukan itu ia semakin tertarik dengan dunia komputer, jam demi jam ia habiskan di depan komputer tersebut, sementara beberapa universitas bahkan belum mengajarkannya. Waktu PhD di Barkeley pun ia mulai masuk ke dalam jantung ilmu komputer. Ia pula yang menjadi orang pertama yang menulis kode perangkat lunak yang memungkinkan manusia berkoneksi lewat internet. Akumulasi kesempatan itulah yang menjadikannya bisa menciptakan perangkat lunak tersebut. Mulai dari kesempatan menjadi asisten komputer dimana orang lain belum mengenal komputer hingga kuliah di Barkeley yang mana pusat komputer waktu itu.  Ini yang dinamakan gladwell kesempatan + 10rb jam. Masih belum jelas? ok mari kita lihat contoh Gladwell lainnya.

Gladwell mengamati bagaimana master violinist diciptakan di sebuah akademi musik di Berlin. Akademi ini ternyata membagi peserta didiknya dalam 3 bagian. Kelas pertama mereka yang umumnya bakal menjadi solo stars di masa depan, kelas kedua mereka yang umumnya ‘good’ dan bermain di band, dan kelas ketiga adalah mereka yang ingin belajar violin hanya ingin jadi guru. Yang menarik ketika Gladwell bertanya ke mereka adalah mereka mulai memegang violin pada umur yang relatif sama, yaitu 5 tahun. Yang membedakan adalah jumlah latihan mereka. Kelas tiga umumnya latihan 3 jam seminggu ketika mereka dewasa (bahkan mungkin ga latihan karena sibuk ngerjain PR). Kelas dua lebih banyak lagi dan yang menarik kelas tiga yaitu sang calon solostars menghabiskan waktu 30 jam dalam seminggu sehingga pada umur 20an mereka telah menghabiskan 10rb jam untuk latihan. Dan tepat pada umur 20an itulah mereka umumnya menjadi master violin dunia. Dari sini Gladwell menyimpulkan, untuk menjadi master Violin anda harus kaya. Ga mungkin kan anda menghabiskan waktu anda untuk part time job untuk memenuhi kebutuhan anda? Disini Gladwell menegaskan opportunity yang dimiliki anak-anak yang orang tuanya sangat mendukung kegiatan mereka mulai dari segi dana hingga moral (lebih baik latihan violin daripada belajar sekolah). Mungkin itu juga yang menyebabkan anak musisi umumnya jadi musisi juga. Jadi belum tentu bakat! percayalah!!

Masih belum yakin? mari kita dengar cerita Bill Gates. Ia mengenal komputer pertama ternyata saat kelas 2 SMP ketika ia join Computer Club di SMPnya. SMPnya juga termasuk SMP pertama di Amerika yang punya komputer. Ini OPPORTUNITY pertama yang dimiliki Gates, yaitu SMP nya menganggarkan dana untuk komputer, bahkan universitas pun belum menganggarkan. Beruntungnya lagi waktu itu ada perusahaan perangkat lunak yang meminta computer clubnya Gates mengetes software buatan mereka. Langsung saja Gates belajar banyak sampai akhirnya ia kerja di perusahaan tersebut ketika SMA. Hari-hari SMA-nya juga ia habiskan dengan dunia programming dengan koneksi dari perusahaan tadi. Gladwell berpendapat, mungkin ketika Gates DO dari Harvard itulah ia telah menghabiskan waktu 10rb jam dalam dunia programming.

Dengan 10rb jam anda bisa tau apa yang harus anda lakukan dan apa yang tidak harus anda lakukan. Belajar adalah seni, ketika salah jangan diulang, ketika benar kita menemukan jalan yang benar.

Tags:

7 Responses to "Teori Kesuksesan: 10.000 jam saja"

Practice makes perfect,.

Practice makes permanent.

Teori kesuksesan 10.000 ribu jam ini menggugah semangat untuk terus berjuang menggapai mimpi kita ya..
Berarti, fokus dalam mengerjakan sesuatu sangat terasa dalam teori ini. Mantabz deh atas informasinya..
Salam kenal..

tfs, najong banget dah!

izin copas en ngelink ke tulisan ini ya!

nuhun.

salam kenal,
air

thanks for your info.
menarik banget dah.

mantab, bwt infonya. Belajar membuat kita mendapat banyak kesempatan di dunia ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: