zaQ corner

Parkinson’s Law

Posted on: August 27, 2008

” The Job or task that we’re trying to perform expands to fill the available time.in other words, when we have a deadline, most of us tend to wait until the deadline is right top of us”

Itulah kiranya bunyi kaidah parkinson. What??…habis baca dua kalimat tersebut dalam sebuah buku berjudul “MANAGING TIME” pikiranku melayang kemana-mana. Mulai dari kegiatanku selama ini yang penuh ketidakteraturan sampai ke TA. Tanpa melakukan perdebatan terhadap kaidah tersebut, saya sendiri jujur mengalami realitas yang sama dengan hukum tersebut. Dengan fleksibelnya waktu, justru kita sebenernya malah ngerasa ga ada waktu untuk kita. Sebaliknya kalo kita memanage waktu dengan baik kita bisa merasakan waktu senggang walau cuma 1 jam.

Pikiranku juga menyambung ke pembahasan dikotomi entrepreneur dan professional dalam membahas hukum ini. Banyak orang menerangkan dikotomi ini bahkan orang sekelas Renald Kasali. Saya sendiri bisa bilang, “ITU MITOS”. Akibatnya banyak deh dari temen-temen entrepreneur banyak yang terbawa mitos tersebut. Saya sendiri punya paradigma lain, yaitu bagaimana kaidah parkinson ini bisa juga dijalankan juga oleh entrepreneur. Artinya entrepreneur yang selama ini identik dengan hidup yang tidak teratur bisa menyangkal bahwa mereka juga bisa hidup teratur dengan melaksanakan kaidah parkinson.

Pikiran lain yang nyambung adalah TA, ya Tugas Akhir. Kenapa sih di akhir-akhir masa kuliah ada 3 sks yang rasanya paling sulit dihadapi mahasiswa (hanya persepsi sebenernya). Tugas Akhir yang memiliki waktu toleransi satu tahun membuat waktu mahasiswa sangat fleksibel. Akibatnya banyak mahasiswa yang selama ini terbawa oleh sistem (kalo dalam dikotomi entrepreneur professional masuk golongan professional) cukup kelabakan karena harus membuat sistem manajemen waktu mereka sendiri. Tak jarang juga yang sampe 1 tahun blum juga melaksanakan Tugas Akhir.

Saya sendiri juga memberikan tindak lanjut terhadap kaidah parkinson ini, Setiap hari saya mencatat jadwal kegiatan hari ini, mingguan di buku agenda. Efeknya bisa saya bilang cukup besar, yang pertama jelas, agenda yang selama ini banyak yang menggantung tidak ada lagi karena dihabisi hari ini juga. kedua Saya jadi merasakan banyak waktu tersisa terutama pagi hari dan malam hari bisa nonton berita politik, TED, dan diakhir pekan juga bisa merasakan nikmatnya maen bola. Thanks to PARKINSON’S LAW.

3 Responses to "Parkinson’s Law"

DeadLiners, dead before see the line,.๐Ÿ˜€

Iya zak, kurasa2in2 bener juga. Bener banget itu parkinson law (kaya nama penyakit ya?). Contohnya dengan TA. Sebenernya mungkin, TA ini tidak lebih berat dari kumpulan tugas yang kita kerjakan selama satu semester. Tugas2 itu selesai dalam satu semester,tapi entah knp TA bisa setaun lebih,hahaha *curcol.

Sepertinya kekakuan (unflexibility) pembagian waktu menjadi sesuatu yang positif dan diperlukan.

Thanks zak bahasannya. Menampar muka gw utk sesaat๐Ÿ˜€

Buat entrepreneur wannabe yang udah gak kuliah, hayo hati2…jangan sampai terlena.

*suddenly become a fans of Parkinson’s Law๐Ÿ˜€

That’s a beautifull words To!๐Ÿ˜€
In our ras (IT ras, halah…), It’s common if we access http://lastminute.com.

I wonder, why?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: