zaQ corner

ITB kecolongan part I

Posted on: July 8, 2008

Keprihatinan saya terhadap kampus ITB semakin menjadi-jadi setelah tadi siang ada acara makan siang bareng temen-temen. Sebelumnya saya menemukan beberapa fakta salah satunya dari teman saya petugas registrasi ulang USM bahwa mahasiswa yang masuk ITB melalui USM berjumlah 1900 orang (sekitar 65% dari total jatah). Saya disini tidak memperdebatkan antara USM dan SNMPTN tetapi lebih kepada substansinya itu sendiri yaitu cara yang diambil ITB untuk mengumpulkan pundi2 uangnya (kalo kata pak Larso SBM “tidak elegan”). Dari data yang saya dapat dari MWA wakil mahasiswa, mahasiswa ternyata menyumbang sebagian besar pundi2 dana ITB tersebut.

Beberapa seminar yang saya ikuti dan juga saya moderatori sering membahas masalah ini. Kritikan miring terhadap ITB yang membahas masalah tersebut umumnya datang dari dosen/pembicara yang berasal dari kubu “REFORMIS” (istilah saya sendiri). Mereka umumnya memiliki jiwa-jiwa entrepreneurship dan berasal dari jurusan TI dan SBM. Walaupun saya bukan mahasiswa SBM dan TI tapi akal pemikiran saya membenarkan pernyataan-pernyataan mereka. “Something wrong with ITB!!”. Namun saya tidak akan membahas terlalu jauh masalah tersebut, saya akan membahas secuil kecolongan-kecolongan ITB yang harusnya tidak terjadi.

Mengalirnya dana-dana orang tajir keluar

ITB Kecolongan

ITB Kecolongan

Makan siang bareng temen (anak SBM) tadi berlangsung di “Ngopi Doeloe”. Sebelumnya emang belum pernah kesitu. Karena datang duluan saya amat-amatin dulu deh tu warung makan. Ada yang menarik, pengunjungnya ternyata banyak sekali dan kebanyakan mahasiswa. Beberapa temen saya di Arsitektur juga mengungkapkan kalo mereka sering makan di sekitar situ (Jl Hasanuddin & Imam Bonjol). Hal itu diperkuat dengan pernyataan temen saya SBM tadi kalo anak-anak SBM memang sering makan di situ juga (pokoknya banyakan yang keluar dah daripada ke KBL ato yang lain di dalam kampus). Lantas saya berpikir “pantas saja ITB ga ada duit (yang berefek memperbesar jalur USM), duit mahasiswanya aja larinya keluar”.

Saya jadi kebayang Gedung Campus Center ITB yang banyak “idle”nya itu. Ya, ITB kecolongan di sini, kenapa Campus Center ga dijadiin foodcourt atau semacamnya yang mewah biar duit orang-orang tajir larinya kesitu? Mungkin banyak beberapa mahasiswa berpikiran “Ah ini komersialisasi kampus namanya”. Bodoh saya pikir kalo ada mahasiswa yang bilang kek gitu. Dinamakan komersialisasi kalo sudah tidak ada pilihan lain selain makanan yang mahal di Campus Center. Tapi ini lain, karena masih ada pilihan makanan murah di Salman atau Gelap Nyawang. Yang terjadi sesungguhnya jika Campus Center dibangun foodcourt yang mewah adalah tersegmentasinya pasar. Dengan adanya foodcourt mewah di CC otomatis mahasiswa tajir di kampus ga bakalan lari keluar seperti yang saya lihat di atas. Dengan begitu ITB dapet pemasukan secara tidak langsung. Tentunya manajemennya harus professional, yang ngelola foodcourtnya jangan karyawan ITB..he..he..apalagi mahasiswa. Cara-cara seperti ini telah dilakukan olah mantan Dekan FISIP UI (yang sekarang jadi rektor UI). Saat berkunjung ke FISIP UI, saya cukup tersentak “woww!!”. Di sana kehidupan ekonomi begitu semarak, mahasiswa-mahasiswa tajir begitu konsumtifnya makan disitu, sambil beli-beli buku. Sementara yang ga tajir ya lari ke tempat lain. Perputaran uang tersebut ternyata berimbas pada naiknya gaji-gaji karyawan dan dosen di FISIP UI. Mahasiswa senang, dosen juga turut senang…

kecolongan lain akan dibahas di part selanjutnya… masih banyak he..he..pegel nulisnya…

Tags:

2 Responses to "ITB kecolongan part I"

zaky,,

entah kita pernah kenalan secara langsung blon, klo blon slm kenal ya, btw, sy ada ide utk berdiskusi dgn para punggawa ITB04 yg kira2 bisa berpikir ttg ITB, macam yg zaky tulis ini,,,

tertarik zak?! bikin yuk,,,,

Hebat. ntar kalo ITB punya Starbucks, aku bakal sering nongkrong di sana. Hehehe.

Kampusku kantin aja minimalis.😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: