zaQ corner

paradigma terhadap orang lain

Posted on: July 8, 2007

Tulisan ini aku buat karena ada sodaraku (tepatnya sepupu) yang mudah sekali sebal sama orang lain (ampe aku jg disebelin –> kenyataannya emang nyebelin). Paradigma yang kurang tepat membuat kita kadang terjerumus ke dalam lubang kesalahan. Mungkin bisa saja seseorang sebal dengan orang lain karena dia sering tidak menjawab pertanyaan ketika ditanya tanpa dia tau alasannya kenapa dia sering diam tidak menjawab pertanyaanku. Paradigma terhadap orang lain mengajarkan kita  bagaimana memandang orang lain dari berbagai sisi. Contohnya untuk kasus seperti tadi mungkin saja orang itu diam karena sedang banyak masalah atau keadaan keluarga yang kacau. Semua informasi memang harus kita kumpulkan sebelum menyimpulkan seseorang itu begini ato begitu. Berikut ada contoh cerita menarik tentang dahsyatnya paradigma terhadap orang lain itu.

Teman saya, wanita, ketika pulang ke Afrika Selatan setelah lama tinggal di Eropa, masih punya banyak waktu menunggu di bandara Heathrow di London. Setelah membeli secangkir kopi dan sekantong kue kering, keberatan dengan kopernya, ia berjalan menuju sebuah meja kosong. Ia sedang membaca suratkabar pagi ketika sadar ada seseorang merogoh kantong kertas di mejanya. Dari balik suratkabarnya, ia sangat terkejut melihat seseorang pemuda berpakaian rapi sedang mengambil kuenya. Kerena tidak mau membuat keributan, ia hanya mengambil kuenya saja tanpa berkata apa-apa. Satu menit berlalu. Terdengar suara keresek. Pemuda itu sedang mengambil kuenya lagi. Ketika kuenya tinggal satu, teman saya menjadi sangat marah tetapi tidak berani bilang apa-apa. Lalu, pemuda itu membelah kuenya, menyodorkan separuh kuenya kepada teman saya, makan sisanya lalu dia beranjak.

Beberapa waktu kemudian, ketika namanya dipanggil untuk naik ke pesawat, teman saya masih kesal. Bayangkan rasa malunya ketika ia buka tasnya dan menemukan kantong kuenya sendiri masih  utuh. Jadi, sedari tadi itu, yang ia makan adalah kuenya pemuda itu.

Bayangkan perasaan wanita ini terhadap pemuda yang berpakaian rapi itu sebelum kenyataannya  terungkap. “Dasar tidak tau malu!!”. Betapa malunya wanita itu kalau saja kata-kata itu keluar.

Betapa baiknya hati pemuda itu membagi kue. Seketika itu paradigma berubah sangat tajam.

-cerita disadur dari 7HHE Teens-

2 Responses to "paradigma terhadap orang lain"

paradigma seseorang sering kali membawa hasil terhadap seseorang yang tak jauh berbeda dari paradigmanya tersebut.

Benar zak,

Paradigma –> Pikiran –> Amal –> Kebiasaan –> Karakter –> Budaya –> Peradaban.

Jadi paradigma menentukan bagaimana bentuk sebuah peradaban. Kapan pulang? kangen ni denger semangat kamu.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: