Posted by: achmadzaki on: January 14, 2009
Teman saya namanya Josh, mahasiswa Mechanical Engineering di OSU. Saya banyak cerita tentang Indonesia dan Amerika dengan dia. Menarik kalo cerita tentang middle kelas di Amerika. Dia bilang kalo dia masuk middle kelas. Di Amerika golongan middle class sangat besar jumlahnya. Golongan middle class merupakan golongan yang membawa arah Amerika. Pendapatan mereka cukup (ga mikir perut lagi) dan tingkat pendidikan mereka tinggi. Mungkin karena jumlah yang besar itulah Amerika menjadi seperti sekarang. Saya bilang ke dia, kalo middle class di Indonesia lebih sedikit dari Lower class, dan kita sekarang sedang memperbesar jumlah middle class ini. Walaupun kelas menengah, Josh tidak seberuntung teman kelas menengah lainnya. Dia bilang kalo dia pinter (ok josh kamu memang pintar) dan harusnya bisa masuk universitas yang lebih bagus dari universitas dia kuliah sekarang (Oregon State University), Harvard ato MIT mungkin. Tapi sayang dia tidak punya dana untuk kuliah (tau sendiri biaya universitas bagus di US), saudaranya kuliah juga pasalnya. Saya bilang ke dia, kenapa ga cari beasiswa? Dia bilang kalo dia tidak pantas mendapatkan beasiswa karena dia masuk dalam kelas menengah. Sedang universitas hebat umumnya berbiaya mahal dan hanya memberikan beasiswa hanya kepada golongan bawah yang cerdas. Kasian benar josh, saya bilang dalam hati. Tapi saya salut dia masi mencari jalan keluar untuk keluar untuk kuliah. Pembicaraan berlanjut ke pertanyaan saya, “bagaimana dengan fenomena banyaknya mahasiswa internasional yang kuliah/kerja di Amerika? apa kamu tidak resah kamu ga dapet kerjaan/beasiswa kuliah ntar?”. Dia bilang tidak. Masa bodoh katanya. Dunia sudah berubah. Kita ga bisa terkungkung oleh nasionalisme. Toh mereka datang ke Amerika juga membangun Amerika karena belajar disini. Di masa depan nanti kita mungkin bisa kerja di Jepang, Eropa, bahkan Indonesia dengan cepat. Wah..mantep juga ni pemikiran middle class Amerika. Mungkin karena pemikiran2 middle class seperi ini juga yang membuat Obama (yang kulit hitam afrika-amerika dan punya catatan sejarah sebagai muslim) terpilih sebagai presiden. Teman saya lainnya namanya Kaleen, mahasiswa jurusan Bisnis disini. Dia kelas menengah juga. Dia pernah kerja dimana-mana katanya. Diskusi saya dengan dia seputar pertanyaan,”Kenapa banyak mahasiswa kerja disini? apa orang tua kalian ga bayarin?”. Dia bilang orang tuanya mampu, tapi ga mau bayarin kuliah. Dia harus nyari sendiri biaya kuliah. Katanya hampir semua orang tua mahasiswa yang lain melakukan hal yang sama. Mahasiswa Amerika benar-benar survive tampaknya.
January 14, 2009 at 1:45 pm
Wew, memang setiap ladang punya kebiasaaan dan cara masing-masing ya,.